Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

PINGSAN?! harus apa?
October 17, 2017 |
Share

Saat sekolah dasar dahulu, kita sering diberitahu oleh orang tua dan guru jika mau upacara harus sarapan agar tidak pingsan. Benar saja, ketika ada yang pingsan saat upacara, bisa dipastikan bahwa murid yang pingsan tadi memang belum makan pagi. Lalu, apakah ada hal lain yang dapat menyebabkan pingsan?

Pingsan merupakan kondisi menurunnya status mental dimana seseorang tidak dapat memberikan respon yang diberikan orang lain maupun lingkungannya. Penyebab pingsan ada berbagai macam, mulai dari kondisi penyakit, penggunaan obat-obatan dan alkohol, maupun kondisi sistem tubuh. Biasanya, pingsan yang sering terjadi disebabkan oleh sistem tubuh yang terganggu akibat dehidrasi, gula darah yang rendah, atau gangguan saraf maupun jantung. Jika seseorang pingsan karena belum makan, maka kemungkinan besar penyebab pingsan yang dialaminya adalah karena kurangnya gula darah sehingga energi untuk mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan terjaga tidak cukup, membuat lemas dan akhirnya pingsan.

Lalu apa yang dapat Sobat Sehat lakukan untuk menangani pingsan?

  1. Baringkan korban dengan posisi pemulihan dengan memalingkan wajah ke kiri dan berikan ruang yang cukup agar dapat bernapas.

  2. Naikkan kaki sekitar 30 cm dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk meningkatkan aliran darah ke otak

  3. Kendurkan ikat pinggang, kerah, dan buka kancing baju jika memungkinkan untuk memudahkan aliran darah

  4. Bangunkan klien dengan menepuk pundak klien sambil memanggil nama atau panggilan yang sesuai

  5. Panggil bantuan dari sekitar maupun menelpon petugas kesehatan dan ambulance

  6. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika orang pingsan tadi:

  • tidak bernapas,
  • pingsan akibat terjatuh, cedera, atau perdarahan
  • sedang hamil
  • tidak pernah pingsan sebelumnya,
  • diabetes,
  • berusia diatas 50 tahun,
  • mengalami cacat fisik
  • detak jantung tidak beraturan atau mengalami penyakit jantung sebelumnya,
  • pernah mengeluh nyeri dada,
  • kejang

Maka yang perlu dilakukan adalah:

  • Periksa jalan napas korban, apakah ada yang menyumbat jalan napas atau tidak. Bersihkan hidung, mulut, dan tenggorokan korban dari air atau benda asing yang dapat mengganggu pernapasan
  • Lakukan pemompaan pada jantung atau yang sering disebut dengan CPR. Pembahasan lebih lanjut mengenai CPR telah dikupas sebelumnya di artikel tenggelam. Untuk menggantikan CPR, berikan Automatic External Defibrilator (AED) yang juga berfungsi untuk memompa jantung korban namun sebaiknya digunakan oleh orang terlatih atau telah diberikan pelatihan.
  1. Berikan minyak kayu putih, mint, ataupun aromaterapi agar korban pingsan cepat sadar

  2. Jika korban telah sadar, berikan minum hangat ataupun manis seperti teh atau jus buah untuk menambah energi dan meningkatkan kesadaran

  3. Walaupun sudah sadar, tunggu hingga beberapa menit baru ajaklah korban bicara. Jika mungkin, minta nomor kontak keluarga untuk dihubungi

  4. Cek kembali napas, nadi, dan kesadaran korban pingsan

  5. Berikan ketenangan kepada korban, dengan menjelaskan bahwa Sobat Sehat menemani korban selama pingsan hingga pulih.

Sebenarnya, penanganan korban pingsan mirip dengan penanganan korban tenggelam karena kondisi korban memang hampir sama. Setelah sadar, sebaiknya periksakan orang pingsan ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui penyebab lebih lanjut dari pingsan yang dialami serta mencegah agar tidak pingsan kembali di keludian hari. Selain itu, jangan biarkan teman Sobat Sehat yang baru sadar dari pingsan untuk mengoperasikan kendaraan maupun benda bermesin agar tidak timbul kecelakaan. Berikan kenyamanan dan biarkan korban beristirahat dulu ya, Sobat Sehat!

 

Referensi

Australian Resiscitation Council. (2014). Guideline 9.3.2: resuscitation of the drowning victim. New Zealand: New Zealand Resusctiation Council & Australian Resuscitation Council.

California Health and Human Services Agency. (2013). Emergency first aid guidelines for california schools. California: Emergency Medical Services Authority.

St. John Ambulance. Fainting. Diperoleh dari http://www.sja.org.uk/sja/first-aid-advice/illnesses-and-conditions/fainting.aspx.

Queensland Ambulance Service, Department of Health. Fainting. Diperoleh dari https://www.ambulance.qld.gov.au/docs/QAS-Fainting.pdf.

 

 

Artikel Terbaru