Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Kejang itu, Epilepsi ya?
October 17, 2017 |
Share

Pernahkah Sobat Sehat menemukan situasi dimana ada orang kejang disekitar Anda? Saat kejang, penderitanya tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri karena kekakuan yang dialami, dan hal tersebut sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan segera. Lalu sebagai orang awam, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ada orang yang kejang? Mari simak bahasan berikut ini.

Orang yang kejang bisa siapapun, mulai dari bayi hingga orangtua. Kejang merupakan bentuk gejala sebagai respon tubuh dari kerja saraf di otak kita. Tidak jarang, kejang dikaitkan dengan epilepsi. Epilepsi merupakan kondisi yang diakibatkan oleh gangguan saraf di otak sehingga seseorang dapat kehilangan kontrol otot-ototnya yang mengakibatkan otak penderita tidak dapat memproses stimulasi yang diberikan. Namun, yang kadang dapat disalahartikan adalah epilepsi dapat menular saat kejang, padahal epilepsi bukanlah penyakit menular. Hanya saja, salah satu ciri dari penderita epilepsi adalah kejang. Namun, tidak semua yang mengalami kejang adalah penderita epilepsi.

Beberapa penyebab kejang yaitu:

  • Faktor genetik

  • Cedera kepala, baik benturan atau lainnya

  • Infeksi pada otak seperti meningitis dan ensefalitis

  • Tumor

  • Demam, terutama pada bayi dan anak-anak

  • Gangguan perkembangan saraf, seperti serebral palsy

  • Ketidakseimbangan kimiawi tubuh seperti darah rendah dan diabetes

  • Kondisi kesehatan tertentu yaitu eklampsia ataupun stroke

  • Efek samping konsumsi obat-obatan

  • Gaya hidup yang buruk seperti banyaknya minum alkohol atau putus obat dari yang diresepkan

  • Racun seperti gigitan hewan ular, timbal, atau karbon monoksida

  • Penggunaan obat warung tanpa kontrol

Lalu, bagaimana cara menangani kejang agar nyawa penderita dapat tertolong? Berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Tetap tenang. Jika tenang, maka kita sebagai penolong akan tetap berpikir jernih sehingga penanganan yang diberikan dapat maksimal.

  2. Jangan menahan atau mengendalikan tubuh seseorang yang kejang. Tidak perlu memeluk atau berusaha menghentikan gerakan kejang yang sedang dialami korban.

  3. Panggil petugas kesehatan dengan menelpon fasilitas pelayanan kesehatan maupun ambulance

  4. Pindahkan dan jauhi korban dari benda-benda yang dapat menyakiti dan mengancam nyawa seperti api, listrik, air, kolam, lemari, dan jalan raya.

  5. Jangan memasukkan apapun ke mulut korban seperti sendok atau sapu tangan untuk mencegah korban menggigit lidahnya karena dapat melukai korban. Lagipula, orang yang kejang tidak menggigit lidahnya kok, Sobat Sehat.

  6. Letakkan sesuatu yang lembut untuk menopang kepala korban seperti bantal atau boneka di belakang kepala

  7. Longgarkan pakaian korban untuk memudahkan napas saat kejang

  8. Ketika kejang berhenti, posisikan korban untuk menghadap salah satu sisi sambil berbaring yang disebut juga posisi pemulihan. Angkat kepala sedikit untuk memudahkan jika korban ingin muntah.

  9. Catat berapa lama korban kejang dan tetap bersama korban jika telah pulih.

Nah, jadi jika ada yang kejang, lakukanlah langkah-langkah diatas ini ya Sobat Sehat! Kuncinya adalah tenang, maka akan mudah dalam menangani kejang dan dapat menyelamatkan korban yang sedang mengalami kejang. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan tetap sehat ya, Sobat Sehat!

 

Referensi

Carvalho dos Santos, A., Aparecida Moura, D., Sailer, G. C., Cardoso, L., Maia, M. M., & Preto, V. A. (2015). Reflection about the role of nursing to the patient with epilepsy in intra and extra-hospital care. Journal Of Nursing UFPE / Revista De Enfermagem UFPE, 9(9), 9285-9295. doi:10.5205/reuol.7874-68950-4-SM.0909201516.

Artikel Terbaru