Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Aduh kok Mimisan?!
October 10, 2017 |
Share

Salam semangat, sobat Sehat! Pernahkah kamu mimisan sebelumnya? Katanya kalo mimisan harus tiduran dan hidungnya disumbat dengan daun sirih, apakah benar?

Menurut hasil penelitian, kurang lebih sebanyak 60% orang di dunia ini pernah mengalami mimisan. Mimisan adalah keluarnya darah melalui lubang hidung. Dalam dunia kesehatan, nama lain dari mimisan adalah epistaksis. Benturan, tertawa atau menangis, mengorek hidung terlalu keras, dan menghembuskan udara terlalu kencang dapat melukai pembuluh darah dalam hidung sehingga darah segar dari hidung mengalir yang kemudian disebut mimisan. Selain itu, hal lain yang dapat menyebabkan mimisan yaitu suhu udara yang ekstrim, masuknya benda asing ke lubang hidung, peradangan pada rongga hidung alias sinusitis, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Di Indonesia, banyak mitos dan fakta terkait mimisan yang beredar di kalangan orangtua dan masyarakatnya. Lalu, mana yang benar dan mana yang kurang tepat ya? Simak penjelasan dibawah ini

Kepercayaan yang beredar Penjelasan
Jika mimisan, penderita harus mendongakkan kepala ataupun tiduran agar darah tidak terus mengalir Saat mimisan, sebaiknya posisikan penderita duduk agar darah yang keluar tidak menyumbat rongga hidung. Jika posisi tidur, darah memang terlihat tidak mengalir. Namun mengendap didalam rongga hidung atau bahkan terdorong ke rongga tenggorokan sehingga dapat menyumbat dan mengganggu sistem tubuh lainnya. Jadi, pemahaman bahwa jika mimisan maka harus posisi tiduran adalah kurang tepat.
Memasukkan kapas kedalam lubang hidung saat mimisan agar darah berhenti mengalir Cara ini terlihat dapat menghentikan mimisan. Namun, hal ini justru dapat menyebabkan mimisan semakin parah terutama jika mimisan disebabkan karena luka. Jika kapas dimasukkan kedalam rongga hidung saat mimisan, maka dapat mengganggu proses penyembuhan luka pada dinding hidung dan menggesek luka sehingga darah semakin sulit dihentikan. Jika untuk menampug darah yang keluar, kapas dapat diletakkan diujung lubang hidung tanpa perlu dimasukkan ke rongga hidung.
Daun sirih dapat menghentikan perdarahan pada mimisan Saat mimisan, berarti ada pembuluh darah yang terbuka sehingga darah dapat mengalir keluar tubuh. Nah, daun sirih dapat membantu saat mimisan karena mengandung senyawa tannin yang dapat membantu menghentikan mimisan. Tidak hanya itu, daun sirih juga dapat menghentikan perdarahan pada luka. Agar daun sirih menghentikan mimisan, dapat dilakukan dengan memeras daun sirih dan mengoleskan saripatinya kedalam rongga hidung tanpa menyumbat rongga hidung.

 

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi mimisan?

  1. Hadapi dengan tenang. Sejauh ini belum ada orang yang kehilangan darah saat mimisan kemudian meninggal dunia kok, sobat Telehealth. Mumpung darah yang keluar belum terlalu banyak, sebaiknya atur posisi duduk tegak dan gunakan kain bersih untuk menampung darah yang mengalir.
  2. Duduk tegak. Boleh dilakukan dengan bersandar pada sofa atau bantal yang empuk agar duduk lebih nyaman. Posisi duduk juga dapat memudahkan kita untuk mengetahui apakah perdarahan sudah berhenti atau belum. Selain itu, duduk tegak memudahkan darah keluar tubuh langsung melalui lubang hidung tanpa ‘kesasar’ ke tempat lain. Seperti penjelasan sebelumnya, jika posisi kepala mendongak ataupun posisi tidur, maka darah yang seharusnya keluar melalui lubang hidung akan terdorong kedalam dan mengalir melalui rongga tubuh lainnya sehingga menimbulkan masalah baru yaitu penyumbatan darah di tempat yang tidak seharusnya. Anda bisa saja jadi menelan atau menghirup darah mimisan karena darah terdorong ke rongga kerongkongan maupun tenggorokan. Jadi sebaiknya duduk saja ya.
  3. Jepit tulang hidung bagian depan menggunakan jempol dan telunjuk. Bagian hidung yang lunak dijepit karena bertujuan agar pembuluh darah yang terbuka dan menyebabkan mimisan menjadi tertutup dan dapat mengurangi jumlah darah yang keluar. Cara ini juga efektif jika setelah dijepit, dilanjutkan dengan menekannya kearah wajah. Lakukan hingga 5 menit atau secukupnya.
  4. Lakukan kompres menggunakan es atau air dingin. Kompreslah daerah sekitar hidung dan pipi menggunakan es yang dibungkus handuk atau plastik. Es atau air dingin dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir saat mimisan dapat berkurang jumlahnya. Jika ingin menggunakan daun sirih untuk mempercepat penyembuhan luka, maka gulung dan peraslah daun sirih hingga menghasilkan minyak atau cairan, dan oleskan pada sekitar dinding dalam rongga hidung tanpa memasukkan ampas daun sirih.

Wah, semoga artikel mengenai cara penanganan mimisan ini dapat bermanfaat ya sobat Telehealth! Agar terhindar dari mimisan juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi buah dan sayur terutama yang mengandung antioksidan, bioflavonoid, dan vitamin C yang tinggi seperti jeruk, anggur, stroberi, brokoli, dan lain sebagainya. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

 

Referensi

Diamond, L. (2014). Managing epitaxis. Journal of the American Academy of Physician Assistants. 27(11). 35-39.

Mudunuri, R. K. R., & Murthy, M. A. N. (2012). The Treatment of Spontaneous Epistaxis: Conservative vs Cautery. Journal of Clinical and Diagnostic Research: JCDR, 6(9), 1523–1524. http://doi.org/10.7860/JCDR/2012/4215.2548.

Tedjasulaksana, R., Nahak, M., Larasati, R. (2017). Betel Leaf (Piper betle L.) Gel Extract Effectively Shortening Bleeding Time After Deciduous Tooth Exxtraction. Bali Medical Journal, 2017, 6(1): 31-33.

Traboulsi, H., Alam, E., & Hadi, U. (2015). Changing Trends in the Management of Epistaxis. International Journal of Otolaryngology, 2015, 263987. http://doi.org/10.1155/2015/263987

Artikel Terbaru