Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Darah Tinggi atau Hipertensi itu apa?
October 10, 2017 |
Share

Mengapa Kita Perlu Memahami Hipertensi?

Kapan terakhir kali Anda melakukan cek tekanan darah? Mengapa cek kesehatan secara rutin  itu penting dilakukan ya?

cek kesehatan sangatlah perlu untuk terus memantau kondisi kesehatan kita saat ini. Salah satu bagian penting dari cek kesehatan adalah tekanan darah. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Tekanan darah merupakan gambaran kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah normal manusia dewasa yaitu berkisar 110/80 hingga 139/90 mmHg. Jika tekanan darah kurang atau lebih dari rentang tersebut, biasanya seseorang akan mudah lelah dan pusing. Namun, hal yang lebih membahayakan adalah jika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dan terjadi secara terus menerus maka dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan stroke loh!

Kondisi dimana tekanan darah lebih tinggi dari normal adalah hipertensi, atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurangnya olahraga disertai banyaknya konsumsi makanan yang mengandung banyak minyak jenuh dan natrium yang dapat banyak diperoleh dari garam dapur. Lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh, jika terus terkumpul dapat menjadi plak-plak kolesterol. Banyaknya plak di dinding pembuluh darah jantung yang menyebabkan tersebarnya plak ke pembuluh darah, hingga menyebabkan tekanan darah seseorang menjadi tinggi. Sayangnya, jika plak terus mengendap di pembuluh darah seperti pada jantung, otak, dan ginjal maka dapat menyebabkan kegagalan pada organ-organ tersebut seperti penyakit jantung kronis, stroke, dan gagal ginjal. Kegagalan kerja pada organ vital tadi dapat membuat seorang yang tampak sehat mengalami gangguan kesehatan atau bahkan meninggal dunia dalam waktu singkat. Wah bahaya ya!

Selain hal tersebut, berikut adalah klasifikasi hipertensi menurut Kementrian Kesehatan RI:

  1. Hipertensi berdasarkan penyebab
  • Hipertensi esensial atau hipertensi primer, karena penyebab yang tidak diketahui dan dikaitkan dengan kombinasi gaya hidup kurang gerak dan pola makan yang buruk. Hipertensi jenis ini dialami oleh 90% penderita loh, sobat sehat!
  • Hipertensi non esensial atau hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya seperti karena penyakit ginjal atau konsumsi obat tertentu misalnya pil KB.
  1. Hipertensi berdasarkan bentuk, yaitu hipertensi diastolik, hipertensi sistolik, dan hipertensi campuran dimana terjadi peningkatan pada salah satu atau kedua nilai tekanan darah.
  2. Hipertensi jenis lain
  • Hipertensi pulmonal dimana terjadi peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah yang mengaliri paru-paru sehingga penderita mengalami sesak napas, pusing, bahkan pingsan saat melakukan aktivitas.
  • Hipertensi pada kehamilan, yang terbagi menjadi 4 jenis yaitu:
    • Preeklampsia-eklampsia yaitu hipertensi akibat kehamilan dan tampak edema serta ditemukan kandungan protein pada air kencing ibu hamil
    • Hipertensi kronik dimana ibu hamil telah mengalami tekanan darah tinggi sebelum kehamilan
    • Preeklampsia pada hipertensi kronik, yang merupakan gabungan kondisi kedua hal diatas
    • Hipertensi gestasional, yaitu hipertensi yang terjadi di waktu tertentu saat hamil

Menurut statistik, 3 dari 10 penduduk Indonesia diatas 18 tahun mengalami hipertensi dan jumlahnya kian bertambah. Itulah mengapa, tidak jarang kita mendegar kasus bahwa ada orang yang masih muda mengalami penyakit jantung atau stroke.  Lalu, bagaimana cara untuk menangani hipertensi ataupun menghindari hipertensi? Berikut hal yang bisa anda lakukan:

  1. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari. Aktivitas fisik bukan berarti olahraga, namun apapun aktivitas yang membuat tubuh kita bergerak dan berpindah, seperti memasak, menjemur pakaian, ataupun ngangkat galon. Jadi biar tekanan darah normal, jangan mager-mager amat ya hihi

  2. Modifikasi gaya hidup dengan membatasi asupan garam tidak lebih dari ¼- ½ sendok teh sehari. Berarti, maksimal kita mengkonsumsi garam yaitu 6 gram per harinya.

  3. Olahraga selama 20-25 menit tiap 3-5 kali dalam seminggu. Nah, jenis olahraga yang dilakukan bisa dengan berjalan sehat, lari, jogging santai, ataupun bersepeda.

  4. Lakukan istirahat dan tidur yang cukup agar mengurangi stres fisik yang dialami tubuh kamu ataupun stres mental yang mengganggu pikiran. Jika ada masalah, coba untuk komunikasikan dengan teman yang kamu percaya.

  5. Hindari konsumsi minuman berkafein tinggi secara terus menerus, rokok, minuman beralkohol, soft drink, dan susu full cream.

  6. Kurangi makanan berkadar lemak jenuh tinggi seperti jeroan dan gorengan. Kurangi juga konsumsi makanan olahan tinggi natrium seperti biskuit, krakers, keripik, abon, selai kacang, buah kalengan, dan sejenisnya.

  7. Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, minimal sebulan sekali. Kini melakukan cek tekanan darah hingga status kesehatan bisa dengan mudah kamu ketahui loh, yaitu dengan menggunakan ATM Sehat yang tersedia di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau anda.

Wah, ternyata pengetahuan terkait hipertensi sangat penting ya! Oleh karena itu, jagalah kesehatan, lakukan gaya hidup sehat dan olahraga rutin, serta cek kesehatanmu sesegera mungkin.

 

 

Referensi

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI: Hipertensi.

Saeloo, J., Hatthakit, U., & Nilmanat, K. (2012). Development and Evaluation of a Self-Healing Nursing Model Using Buddhist Meditation to Treat Hypertension. Pacific Rim International Journal Of Nursing Research, 16(1), 64-77.

Schmieder, R. E., Volpe, M., Waeber, B., & Ruilope, L. M. (2014). A guide for easy- and difficult-to-treat hypertension. International Journal Of Cardiology, 172(1), 17-22. doi:10.1016/j.ijcard.2013.12.125

Artikel Terbaru