Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Penanganan Pada Luka Tusuk
October 17, 2017 |
Share

Akhir bulan April 2017 lalu, warga Depok kembali dikagetkan dengan munculnya komplotan begal yang memakan seorang laki-laki sebagai korbannya. Selain itu, terdapat beberapa kejahatan lain yang menggunakan senjata tajam yang digunakan penjahat untuk melumpuhkan mangsa. Jika tidak ditangani segera, maka korban akan kehabisan darah, sehingga meningkatkan risiko kematian sebelum sampai di rumah sakit.

Berdasarkan cara terbentuknya, luka dikelompokkan menjadi 7 jenis, yaitu luka iris, luka penetrasi, luka memar, luka gores, luka robek, luka bakar, dan luka tusuk. Luka tusuk adalah salah satu risiko penyebab perdarahan terbanyak dari jenis luka yang ada. Apalagi jika luka tusuk mengarah ke jantung dapat mengganggu temponade serta kerja jantung dan mengancam nyawa. Selain kasus begal dan kejahatan, luka tusuk dapat disebabkan karena kecelakaan maupun saat bencana. Terbentuknya luka tusuk juga menghasilkan masalah baru, yaitu risiko tinggi terhadap infeksi dan tetanus serta kecacatan yang membutuhkan pemulihan yang lama.

Lalu, bagaimana cara menangani luka tusuk dengan tepat yang dapat dilakukan oleh siapapun? Mari simak terlebih dahulu prinsip utama dibawah ini.

  • Panggil tenaga kesehatan terdekat, kecuali luka tusuk sangat kecil dan dapat ditangani sendiri dirumah. Telepon ambulans atau tenaga kesehatan yang anda kenal untuk segera datang dan menangani kasus luka tusuk di sekitar anda. Nomor telepon ambulans dan rumah sakit terdapat juga di ATM Sehat lho, sobat Telehealth!

  • Jika masih ada senjata tajamyang menancap, maka stabilkan kondisinya agar tidak menyebabkan luka dalam tubuh yang lebih parah. Menjaga posisi benda tajam dapat menggunakan tangan penolong ataupun kain disisi kanan kiri namun tidak menekan tubuh korban, karena akan menimbulkan nyeri dan mendorong pengeluaran darah yang lebih banyak.

  • Jika senjata tajam yang menancap sangat panjang, misalnya luka tusuk di perut karena tertancap ranting pohon dan menyisakan 1 meter diluar tubuh, maka potong ranting hingga menyisakan sekitar 20 cm agar tidak mengganggu penanganan selanjutnya. Potonglah benda yang menusuk panjang tersebut dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan masalah baru. Tidak perlu mencabut benda tajam karena itu merupakan bagian dari tugas tenaga kesehatan.

  • Hindari untuk menekan luka atau sekitaran luka, agar bahan asing yang sempat masuk dan terbawa dari senjata tajam dapat keluar.

  • Aliri luka dengan air matang ataupun air bersih yang mengalir selama 10 menit, dan tuangkan normal saline ke luka. Normal saline merupakan nama lain dari NaCl, yaitu cairan garam yang dapat dengan mudah diperoleh di apotek dan ampuh sebagai penanganan pertama dalam membersihkan luka.

  • Selangi menunggu tenaga kesehatan atau jika luka sangat kecil seperti tertusuk jarum dan dapat ditangani dirumah, berikan salah satu antiseptik – desinfektan dari 2 jenis yang disarankan yaitu polyvidone-iodine 10% dan cetrimide 15% + chlorhexidine gluconate 1.5%. Wah apa itu? Kedua jenis antiseptik maupun desinfektan ini berfungsi mencegah infeksi setelah terbentuknya luka. Beberapa sumber menyebutkan bahwa perlu diberikan chlorhexidine gluconate 5%, namun tidak direkomendasikan untuk kondisi gawat darurat karena meningkatkan risiko terkelupasnya kulit dan mengganggu faktor penutupnya luka. Untuk polyvidone-iodine 10% di Indonesia dapat diperoleh dari berbagai merk, seperti OneMed, Betadine, dan sebagainya.

  • Balut luka dengan lapisan pertama berupa kasa yang telah diberikan normal saline (dan telah diperas agar tidak terlalu basah). Lalu berikan kasa kering diatasnya 1 hingga 2 lapis. Ganti balutan dengan sering, paling lama 2 atau 3 hari. Ketika ganti balutan, lihat juga kondisi kasa apakah masih terlihat darah segar atau tidak. Jika terdapat darah segar dalam waktu 3 hari, dicurigai proses penyembuhan luka masih belum berjalan optimal dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Prinsip utama luka tusuk adalah jangan sampai luka yang terbentuk menjadi infeksi atau bahkan tetanus, karena dapat menimbulkan kecacatan lama atau malah kematian. Jadi, berhati-hatilah dalam beraktivitas ya sobat Telehealth! Jika menemui keadaan terdapat luka tusuk di sekitar kita, maka tenang dan segera hubungi tenaga kesehatan terlebih dahulu. Ingat untuk selalu membersihkan luka agar infeksi dan tetanus dapat diminimalisir.

 

Referensi
Detik. (2017). Jalan juanda depok kembali dihantui begal, pemotor dibacok. Diperoleh dari https://news.detik.com/berita/d-3484988/jalan-juanda-depok-kembali-dihantui-begal-pemotor-dibacok.

Gillani, J. A., Khan, H. R., Irfan, O., & Fatimi, S. H. (2016). Successful Management of a Stab Wound to the Left Ventricle. Cardiovascular Journal, 9(1), 60-63.



World Health Organization. Prevention and management of wound infection. Diperoleh dari http://www.who.int/hac/techguidance/tools/guidelines_prevention_and_management_wound_infection.pdf.

Artikel Terbaru