Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Preeklampsia-Eklampsia Penyebab Utama Kematian Ibu Hamil
October 10, 2017 |
Share

 

  1. Apakah Preeklampsia itu?

Preeklampsia adalah suatu kondisi penyakit yang sering menimpa ibu dengan kehamilan 20 minggu yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dan peningkatan jumlah proten pada urin. Tekanan darah terdiri dari sistol/diastol. Tekanan darah normal pada ibu hamil berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Menurut WHO, tekanan darah diastol yang melebihi 90 mmHg merupakan tanda awal dari preeklampsia, namun beberapa peneliti mengatakan bahwa salah satu tanda seorang ibu mengalami preeklampsia adalah apabila tekanan darahnya melebihi 140/90 mmHg diukur dua kali dalam rentang waktu 4 jam. Selain tekanan darah, jumlah protein dalam urin ibu hamil yg mengalami pre-eklampsia juga meningkat mencapai lebih dari 0.3gr/hari.

  1. Eklampsia

Eklampsia merupakan dampak dari adanya preeklampsia, eklampsia memiliki tanda yang sama dengan preeklampsia namun disertai dengan kejang. Hal ini sangat berbahaya dan yang paling banyak menyebabkan kematian pada ibu hamil.

  1. Faktor risiko

    Banyak penelitian yang menyebutkan faktor risiko dari Preeklampsia-eklampsia ini diantaranya :

 

  • Ibu yang jarang memeriksakan kehamilannya (Ibu yang jarang memeriksakan kehamilan menjadi tidak tahu bahaya preeklampsia dan eklmapsia dan menjadi faktor penyebab utama penyakit ini).

  • Ibu dengan riwayat eklampsia dikehamilan sebelumnya

  • Ibu dengan riwayat keguguran sebelumnya

  • Hipertensi kronik pada ibu sejak sebelum kehamilan, yaitu lebih dari 140/90 mmHg

  • Ibu yang perokok

  • Ibu yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok

  • Ibu dengan obesitas/ berat badan berlebih (BMI >23)

  • Ibu dengan diabetes

  • Usia ibu hamil yang melebihi 35 tahun

  • Usia ibu hamil kurang dari 20 tahun

  • Ibu dengan penyakit ginjal

  • Studi terbaru menunjukan penggunaan kontrasepsi hormonal juga meningkatkan resiko preeklampsia-eklampsia

Kenali tandanya :

  • Pembengkakan di wajah atau ditangan

  • Sakit kepala yang tidak kunjung hilang

  • Kesulitan bernapas normal

  • Mual dan muntah di usia pertengahan kehamilan

  • Kenaikan berat badan yang tiba-tiba

  • Nyeri pada bagian perut kanan atas

  • Perubahan pada penglihatan

 

Pencegahan

  • Ibu dengan tekanan darah tinggi saat kehamilan disarankan untuk memeriksakan tekanan darahnya secara rutin seminggu sekali dan memeriksakan kadar protein pada urinnya di lab
  • Ibu dengan riwayat kehamilan pre-eklampsia sebelumnya, disarankan mengkonsumsi Aspirin dengan dosis rendah, yaitu 60-80 mg setiap hari di trimester pertama (3 bulan pertama) pada kehamilan berikutnya.
  • Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari sebelum dan selama kehamilan untuk meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengurangi hipertensi. (berjalan, bersepeda, berenang, dan menaiki tangga)
  • Ibu dengan preeklampsia disarankan untuk ruitn memeriksakan kandungan dengan ultrasonografi (USG) untuk memonitor keadaan janin/bayi.
  • Ibu dengan tekanan darah 160/110 mmHg disarankan mengkonsumsi obat antihipertensi
  • Ibu dengan tekanan darah 150/100 mmHg atau lebih setelah melahirkan (diukur dua kali dengan rentang waktu 4-5 jam) , disarankan mengkonsumsi obat antihipertensi.

Tidak disarankan untuk ibu penderita preeklampsia-eklampsia

  • Mengkonsumsi vitamin E dan vitamin C secara khusus : Peneliti menyimpulkan mengkonsumsi suplemen vitamin E dan vitamin C tidak mengurangi resiko preeklampsia-eklampsia
  • Tidak beraktivitas : Dapat menyebabkan tromboemboli ( penyumbatan pembuluh darah)
  • Tidak mengkonsumsi garam atau Mengurangi konsumsi garam : Ibu dengan preeklampsia disarankan untuk tetap mengkonsumsi garam sewajarnya sesuai dengan kebutuhan yaitu 2,4 gr/hari atau sekitar 1 sendok teh.
  • Mengkonsumsi obat anti hipertensi : obat antihipertensi hanya boleh dikonsumsi oleh ibu dengan tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih karena dapat membahayakan bayi

Deteksi Dini Preeklampsia-eklampsia

  • Memeriksa tekanan darah anda di ATM sehat secara rutin
  • Kunjungi tenaga kesehatan untuk pemeriksaan rutin kehamilan dan pemeriksaan jumlah protein dalam urin
REFERENSI :

American College of Obstetricians and Gynecologist. (2013). Hypertension in Pregnancy retrieved from https://www.acog.org/~/media/Task%20Force%20and%20Work%20Group%20Reports/public/HypertensioninPregnancy.pdf

Bilano, V.L., Ota, E., Ganchimeg,T., Mori, R., Soza, J.P. (2014). Risk Factors of Pre Eclampsia/Eclampsia and Its Adverse Outcomes in Low- and Middle-Income Countries: A WHO Secondary Analysis. PLOS one retrieved from http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0091198

Kartasurya, M.I. (2015). Pre-eclampsia Risk factors of Pregnant women in Semarang, Indonesia. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR) Volume 22, No 1, pp 31-37

Su, Y., Zhang, J., Wang, F . (2017). Risk factors and adverse outcomes of preeclampsia: a tertiary care centre based study in China . Biomed Res- India 2017 Volume 28 Issue 3

WHO. (2014). WHO RECOMMENDATIONS FOR PREVENTION AND TREATMENT OF PREECLAMPSIA AND ECLAMPSIA Implications and Actions retrieved from retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK140555/

Artikel Terbaru