Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Demam
October 13, 2017 |
Share

Demam merupakan respon tubuh saat adanya serangan oleh infeksi, virus, ataupun bakteri. Demam harus segera ditangani, karena jika dibiarkan akan menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan kelebihan natrium yang akan berbahaya bagi tubuh. Seseorang dikatakan
mengalami demam apabila suhunya melebihi batas normal.

Orang dewasa dikatakan demam apabila suhunya mencapai 38.9 °C, sedangkan untuk usia lebih dari 60 tahun dikatakan demam apabila mencapai 37.8 °C , dan untuk anak-anak usia 0-5 tahun,dikatakan demam apabila suhu tubuh mencapai lebih dari 37,5 °C diukur dengan lokasi pengukuran dibawah
ketiak.

1. Cara mengukur suhu tubuh
Suhu tubuh dapat diukur menggunakan thermometer digital dan dapat dilakukan diberbagai lokasi, yakni melalui dubur, mulut, lipatan ketiak, dan melalui membran timpani (telinga). Namun setiap lokasi memiliki keakuratan yang berbeda. Suhu tubuh yang diukur melalui dubur adalah yang paling akurat, sedangkan suhu tubuh yang diukur melalui mulut
akan menghasilkan pengukuran suhu lebih rendah 0.5 °C dari pengukuran melalui dubur.
Namun, sejauh ini pengukuran suhu yang paling umum dilakukan dirumah adalah melalui lipatan ketiak dan menghasilkan pengukuran suhu 1°C lebih rendah dari hasil pengukuran melalui dubur. Sedangkan pengukuran suhu melalui telinga memiliki level keakuratan yang paling
rendah dan tidak direkomendasikan.

a. Cara menggunakan thermometer digital melalui dubur:
 Bersihkan thermometer dengan kapas yang telah diteteskan alkohol,
beri sedikit petroleum jelly untuk melumaskan.
 Posisikan orang yang sakit dengan posisi tengkurap dan masukan
thermometer melalui dubur sekitar 1 inci dan tidak boleh lebih.
 Setelah terdengar bunyi “beep” atau sekitar 1 menit, catat hasil
pengukuran.
 Beri label penanda, karena thermometer yang telah digunakan melalui
dubur tidak boleh digunakan melalui mulut.

b. Cara menggunakan thermometer digital melalui mulut:

 Hindari mengkonsumsi minuman dingin dan minuman panas selama
20-30 menit sebelum pengukuran.

 Bersihkan thermometer dengan kapas yang telah diteteskan alkohol.
 Masukan thermometer kedalam mulut, letakkan dibawah lidah.
 Pastikan mulut tertutup rapat agar hasil pengukuran menjadi akurat.
 Catat hasil pengukuran setelah terdengar bunyi “beep” atau sekitar 1
menit.
 Hanya disarankan untuk anak usia 4 tahun keatas.

c. Cara menggunakan thermometer digital melalui lipatan ketiak:
 Letakkan thermometer dibawah ketiak, kemudian tunggu hingga bunyi
“beep” terdengar.

d. Cara menggunakan thermometer digital melalui telinga:
 Masukkan thermometer kedalam telinga dengan tepat.
 Tunggu hingga suara “beep” terdengar dan catat.
 Tidak direkomendasikan untuk anak dibawah usia 3 tahun.

2. Penggunaaan Obat Saat Demam
Untuk anak-anak
 Jenis obat yang direkomendasikan untuk anak-anak hanyalah dua
jenis, yakni Parasetamol dan Ibuprofen. Namun, pemberian dosisnya
haruslah dengan tepat sesuai resep dokter karena dapat menimbulkan
efek samping jika dosisnya berlebih.
 Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi usia dibawah 3 bulan
 Jangan gunakan obat penurun panas ketika anak demam setelah
diberi vaksin dan imunisasi.
 Pemberian campuran Parasetamol dan Ibuprofen sekaligus untuk anak-
anak tidak direkomendasikan.

Untuk orang dewasa
 Jenis obat yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah
Acetaminophen, Ibuprofen, dan Aspirin.

3. Hal yang harus diperhatikan saat demam
a. Ukur kembali suhu tubuh setelah 30 menit pemberian obat untuk mengetahui
apakah obat yang diberikan berhasil atau tidak.

b. Gunakan pakaian yang tipis, jangan diberi selimut tebal.
c. Atur suhu ruangan menjadi lebih sejuk, tidak boleh lebih dari 23.9 °C.
d. Beri air minum yang banyak untuk menghindari dehidrasi.

4. Kompres hangat saat demam
Kompres hangat dapat dilakukan sebagai alternatif penanganan saat demam terutama pada anak-anak guna menghindari penggunaan obat dan penggunaan dosis yang berlebihan. Namun, kompres hangat ini harus disertakan pengawasan ketat terhadap suhu air agar tetap hangat (sekitar 32°C) sehingga anak tidak kedinginan dan
mengigil. Pengukuran suhu air dapat menggunakan punggung tangan apabila tidak memiliki termometer suhu air. Cara melakukan kompres hangat :
 Siapkan air hangat dan ukur suhunya menggunakan punggung tangan
 Celupkan handuk kedalam air hangat
 Peras dan letakkan handuk di leher, ketiak, dan paha.
 Jangan campur air hangat dengan alkohol karena akan menyebabkan
keracunan.

DAFTAR PUSTAKA
 Chiappini,E., Venturini,E., Remaschi,G., Principi,N., Longhi,R., Tovo,P, et al. (2017). 2016
 Update of the Italian Pediatric Society Guidelines for Management of Fever in
 Children. The Journal of Pediatrics Jan;180:177-183.e1
 Smith, N. (2016).Nursing Practice and Skill :Managing Fever in Older Adults retrieved
 from https://www.ebscohost.com/assets-sample-
 content/NRC_Managing_Fever_in_Older_Adults_NSP.pdf
 Patricia, C.(2014). Evidence-Based Management of Childhood Fever: What Pediatric
 Nurses Need to Know. The Journal of Pediatric Nursing : 29, 372–375

Artikel Terbaru