Telehealth Indonesia

Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia

Yang Perlu Dilakukan Jika Ada Korban Tenggelam
October 14, 2017 |
Share

Salam semangat, Sobat Sehat! Menurut data dari badan organisasi kesehatan dunia WHO, sebanyak 360.000 ribu orang meninggal karena tenggelam selama tahun 2015. Wah, angka yang cukup besar ya! Lalu, apa sebenarnya yang harus dilakukan ketika kita mengetahui ada korban tenggelam?

Tenggelam terjadi jika korban mengalami ketidakmampuan dalam mengontrol dirinya ketika berada di daerah berair, sehingga air atau cairandapat masuk ke saluran pernapasan. Jika tenggelam, maka oksigen yang seharusnya mengisi saluran napas akan kesulitan masuk dan dapat mengakibatkan kurangnya suplai oksigen ke berbagai jaringan tubuh, termasuk otak. Otak yang kekurangan oksigen pun akan mengalami kerusakan dalam hitungan menit, dan itulah yang menyebabkan seorang yang tenggelam memiliki risiko kematian yang tinggi. Wah, harus berhati-hati nih!

Maka dari itu, korban tenggelam perlu mendapatkan penanganan segera agar kondisinya tidak semakin buruk. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan orang awam untuk menangani korban tenggelam yaitu:

  1. Evakuasi korban dari air. Pindahkan korban dari air yang menggenang agar penanganan selanjutnya lebih aman dan mudah.

  2. Panggil bantuan dengan berteriak kepada orang sekitar dan menghubungi tenaga kesehatan terdekat. Untuk mengantisipasi, ajaklah keluarga anda untuk menyimpan nomor darurat seperti nomor telepon ambulans, rumah sakit, puskesmas. Tapi menyimpan nomornya ketika lagi santai, Sobat Sehat! Jika ada korban tenggelam di sekitar kita, mari simak langkah selanjutnya.

  3. Periksa apakah korban masih bernapas atau tidak. Jika tidak bernapas, maka lakukan CPR. CPR adalah singkatan dari cardio pulmonary resuscitation yang nama lainnya adalah resusitasi jantung paru. Tujuan dari CPR yaitu untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru korban agar berfungsi kembali sehingga kerusakan sel akibat kurangnya oksigen dapat diminimalisir. Berikut cara melakukan CPR untuk korban yang tenggelam:

    1. Lihat jalan napas korban. Jalan napas dimulai dari hidung dan rongga mulut, tenggorokan, hingga paru-paru. Maka dari itu, cek apakah hidung dan rongga mulut korban terisi air atau tidak. Jika terdapat air, maka keluarkan dengan cara memasukkan kain kering atau tisu ke hidung atau mulut dan keluarkan hingga dapat dipastikan tidak ada air yang tidak seharusnya ada di hidung dan mulut korban.
    2. Dengar suara napas korban. Jika masih terdengar suara yang mengganggu seperti suara kumur-kumur, maka lakukan cara di poin pertama yaitu keluarkan cairan hingga cairan di hidung dan mulut sudah tidak terlihat. Tahan lidah korban agar tidak terdorong kebelakang menggunakan sendok atau benda lain yang dapat menahan posisi lidah.
    3. Dalam posisi korban yang telentang, lakukan kompresi atau pemompaan berkala pada daerah jantung. Letakkan tangan kanan tepat diatas jantung korban dengan diikuti tangan kiri penolong diatas tangan kanan untuk menambah kekuatan saat memompa. Lakukan pemompaan dalam satu periode yaitu 100-120x pompaan dalam 60 detik. Kedalaman pompaan sekitar 5cm dan pastikan sebelum pemompaan berikutnya, dada korban telah kembali ke posisi normal agar memaksimalkan hasil kompresi. Setelah satu periode kompresi, berikan bantuan napas dengan menghembuskan udara melalui mulut dan hidung korban. Jika tidak ditemukan alat bantu napas, dapat dilakukan antara mulut dengan mulut namun setidaknya dilapisi tisu atau plastik berlubang agar jika korban atau penolong memiliki penyakit menular melalui mulut dapat diminimalkan kemungkinan penularannya. Lakukan kembali pemompaan 100-120x dalam satu menit dan 2 bantuan napas di tiap periodenya, selama 5 kali.
  4. Jika korban kembali bernapas dan memberikan respon kehidupan saat dilakukan CPR maupun setelahnya, berikan selimut atau apapun yang dapat membuat tubuh korban menjadi hangat. Posisikan korban dengan wajah dan tubuh menghadap kesamping untuk memudahkan korban memuntahkan air yang terhirup sebelumnya.

  5. Cek kembali napas, nadi, dan respon korban setelah sadar. Serahkan korban ke orang yang lebih terlatih atau tenaga kesehatan agar dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana Sobat Sehat? Semoga artikel ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para Sobat Sehat mengenai penanganan korban tenggelam ya! Sobat Sehat juga dapat melakukan CPR melalui secara otomatis melalui automated external defriblirator atau AED yang tersedia di ATM Sehat. Sampai jumpa, dan tetaplah hidup sehat!

Referensi

Australian Resiscitation Council. (2014). Guideline 9.3.2: resuscitation of the drowning victim. New Zealand: New Zealand Resusctiation Council & Australian Resuscitation Council.

Lifesaving Society. (2016). First aid and resuscitation content: 2016 mandatory update guide. Canada: Royal Life Saving Society.

Mott, T. F., & Latimer, K. M. (2016). Prevention and Treatment of Drowning. American Family Physician, 93(7), 576-582.

World Health Organization. (2017). Media centre: drowning fact sheet. Diperoleh dari     http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs347/en/

 

Artikel Terbaru